Perjudian Di Atas Kertas Coklat
PERJUDIAN DI ATAS KERTAS COKLAT
ditulis oleh: Amanda Putri
Tertulis namanya disana, lengkap, penuh harap dan doa. Yang semula ia siapkan dengan begitu menggebu, tak urung hanya menjadi tumpukan kertas berdebu, atau bahkan berakhir menjadi sebuah abu.
Ia tahu, Tuhan tak pernah tidur. Melihat langkahnya yang sudah melantur, tubuhnya yang seringkali tersungkur, mimpi dan cemasnya yang semakin sering terbentur, dan lelapnya yang tak lagi teratur, namun keras kepala tak lekas membuatnya mundur. Ia tahu, Tuhan tak pernah tidur.
Kemeja lusuh itu dulunya adalah pakaian kebanggaannya. Ada banyak harap yang ia kantungi di sakunya. Ada tepukan ibu di pundaknya yang disertai doa-doa barangkali membawa pulang sebuah cerita yang hadirkan lengkung sabit di wajah yang kian menua. Ada sepenggal janji yang ia bawa menelusuri ibukota untuk bisa pulang dan tetap bernyawa, meski rasanya mati lebih menggoda. Ada banyak ingin di dalam kertas coklat yang entah akan berakhir seperti apa dan bagaimana.
Ia menaruh perjudian di atas kertas coklat untuk yang terakhir kali. Kemeja yang sama berantakan dengan kepalanya yang ingin sekali ia lepas-pasang. Ia melempar sebuah koin, menantang Tuhan yang tak pernah tidur, seolah memperlihatkan bahwa ia tak pernah curang untuk segala hal yang sedang ia upayakan. Hanya ada dua sisi, keberuntungan atau kegagalan yang kesekian kali.
Mulutnya tak berhenti melafal. Ayat-ayat merambat dari dadanya yang berusaha menjangkau langit di atasnya. Ia tahu, Tuhan tak pernah tidur. Berharap ayat-ayat itu sampai pada-Nya. Ia akan terus meminjam telinga Tuhan untuk mendengarkan dirinya. Untuk sekali ini saja, ia ingin dimenangkan atas perjudian yang mempertaruhkan warasnya. Namun, koin itu masih terus berputar. Entah apa yang sedang Tuhan rencanakan. Entah perjudian seperti apalagi yang harus ia lakukan. Entah harus berapa banyak kertas coklat yang hangus terbakar dan padam karena disirami tangisannya. Entah akan berakhir pada detik jarum jam atau detak sebuah jantung. Ia tahu, Tuhan tak pernah tidur, namun ia tak tahu apa yang sedang Tuhan rencanakan.
Hingga kini, koin itu masih belum berhenti berputar. Bertaruh tentang keberuntungan atau kegagalan yang akan berpendar. Menerka akhir untuk sebuah perjudian.
Namun, ia tahu, Tuhan tak pernah tidur.
–Amanda Putri

Komentar
Posting Komentar