Mati Berkali-kali
"MATI BERKALI-KALI" ditulis oleh: Amanda Putri Tak pernah ada yang meminta dilahirkan. Tuhan titipkan nyawa pada rahim yang senantiasa kau jaga. Kau langitkan doa-doa setiap harinya. Lalu saat hari kelahirannya tiba, para malaikat turut menyaksikanya, dan kau menyambutnya dengan penuh sukacita. Kau ajarkan ia cara untuk berjalan. Kau ajarkan ia membaca dari setiap buku-buku dongeng sebagai pengantar tidur yang seringkali kau ceritakan. Kau ajarkan ia cara berhitung dengan jari-jari mungilnya yang sering kewalahan. Kau asuh ia dengan ajaran-ajaran kebaikan. Kau kenalkan ia pada banyaknya rupa pemakluman. Lalu, kau kenalkan ia pada wujud kematian. Tumbuh dengan rumah yang cacat. Konon, hadirnya dianggap tak tepat. Seringkali, di wajahnya segala sumpah serapah mendarat. Kematian jadi doa yang acap kali tak bisa digugat, terus melekat dan merambat. Seiring bertumbuh, ia simpan rapi segala kalimat yang menyayat, di kepalanya yang riuh tak pernah rehat. Diam-diam ia aminkan ayat-a...