Hari Ini Ada Apa, Nara?
Bangunan yang menjulang tinggi. Lantai yang dingin. Dinding-dinding pucat. Lorong yang lengang. Di depan sebuah ruangan, ia beranikan diri melangkahkan kakinya, membawa tubuhnya masuk lebih dalam ke dalam ruang keheningan. Beralih menutup pintu agar tak ada yang mendengar. Lalu, berdiri tepat di sebuah meja kaca dan seseorang yang terduduk di hadapannya. "Halo, Nara. Silakan duduk." Kalimat pertama yang memecah keheningan di sudut-sudut ruang putih itu. Gadis bernama Nara itu mengangguk dan tersenyum, lalu perlahan ia mendaratkan tubuhnya duduk di hadapan seseorang yang menyapanya itu. Kursi itu begitu dingin dan penuh kalut. Pasti banyak pikiran dan perasaan yang bergelut berakhir di kursi ini, pikirnya. Nara masih mempertahankan senyumannya yang semakin lama terlihat aneh. Kerutan di senyumnya tampak sangat ia paksakan. Sepasang binar di matanya pun redup, tak mengisyaratkan kehidupan. Namun, ia masih berusaha menggantungkan lengkung sabit itu di wajahnya yang pucat tak ber...